Gantole Puncak Take Off

Paralayang ini salah satu jenis olahraga yang gak buat lelah. Mungkin hanya berkeringat, karena tegang. Melepas banyak beban dan nambah mood seharian.

Peserta menggunakan peralatan terbang yang mirip dengan tas untuk gendongan bayi. Menjulur sampai ke bagian pinggul yang nanti saat terbang jadi tempat duduk. Diikatkan ke tali-tali yang terhubung langsung dengan parasut termodifikasi.

Jantung berdebar berderu saat parasut mulai terisi angin dan terkembang. Badan mulai terangkat, terjinjit-jinjit meninjak bumi. ” Lariii ..” kata instrukturnya, setelah mendekati tebing ” Loncaatttt..” kata instrukturnya pula bergelantungan berdua, ia jadi supirnya.

Lihat video gantolenya lepas landas

Mirip laba-laba yang terbang dengan jaringnya.

Kedua kaki terangkat dari tanah. Lepas dari tebing, diketinggian 1.300 mdpl. Berkibar di lautan pohon teh seluas 2.500 hektar. Dengan produksi 28 ton teh basah dan 6 ton teh kering setiap harinya. Dibawah produksi PT Perkebunan Nusantara VIII.

Dari atas, terlihat liuk-liuk jalan menyusuri pegunungan Puncak. Sebelah barat terlihat masjid yang sangat terkenal itu. Lebih diikenal dari masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid At-Ta’awun. Perbatasan Cianjur-Bogor.

Sekeliling pegunungan hijau. Sangat sejuk angin yang menimpa wajah, bahkan saat tengah hari di teriknya mentari. Di kejauhan terlihat gunung salak. Gunungnya Aqua. Juga sumber oksigen warga Jakarta.

Saat Asean game 2018 lalu, spot ini dijadikan lokasi kejuaraan cabang paralayang. Kalau hari-hari biasa, bule yang datang dan main paralayang kebanyakan orang Arab. Sebab tiketnya lumayan juga. 450 ribu untuk wisatawan lokal dan 550 ribu untuk wisatawan mancanegara. Seharga tiket kereta pulang pergi Jakarta-Jogja.

Warga lokal situ banyak pandai berbahasa Arab. Shuroh wahidah, ‘isyrun – satu foto 20 ribu -. Menawarkan foto langsung jadi.

Anak-anak muda warga sekitar yang memiliki parasut pribadi berselancar angin disitu. Lebih lincah lagi, naik turun seperti sedang melawan dan mengikuti ombak. Untuk umum ternyata. Kalau punya parasut sendiri boleh lepas landa secara gratis.

Dari titik peluncuran pula terlihat perkotaan Cisarua. Kalau saat subuh hari bisa sampai terlihat tol Cisarua yang menuju Jakarta. Di malam hari, lautan lampunya mirip dengan bukit bintangnya Jogjakarta. Cipanasnya kayumanis, atau temanggungnya gunung Sindoro. Dengan versi cuaca lebih dingin. (Ilham)

Respond For " Gantole Puncak Take Off "