Pelajar Gak Bisa Korupsi.

Dalam salah hadis riwayat Imam Bukhori nomor 49 dari sahabat Abu Hurairah nabi menjelaskan bahwa akan datang pada manusia, masa dimana mereka tak perduli lagi segala yang ia dapatkan apakah berasal dari yang halal ataukah haram.

Secara umum dapat dipahami bahwa yang dimaksud pada hadis tersebut adalah berkaitan dengan harta benda yang didapat.

Haruslah harta itu berasal dari sumber dan didapat dengan cara yang halal. Hasil penjualan dari benda yang haram adalah haram. Menjual narkoba, miras, atau barang curian misalkan.

Begitupun bila menjual benda yang pada dasarnya halal tapi dengan cara yang curang. Mengatakan sempurna pada barang yang cacat, manipulasi harga, menipu.

Dilain sisi hendaknya menjadi perhatian bagi para pelajar dan pendidik. Sebab hadis ini mengajarkan sikap jujur yang semakin hari semakin gersang.

Masa dimana orang tak perduli lagi soal benar dan salah, halal atau haram, yang terpenting ialah perutnya sendiri. Yang terpenting adalah angkanya tinggi.

Angkanya tinggi ? Ya, mencontek.

Jadi apa hubungannya ?. Ya, mencontek untuk angka tinggi itu halal atau haram ?.

Orang mencuri untuk mendapat harta. Orang mencontek untuk dapat nilai tinggi. Apakah ada bedanya ?.

Mencuri itu tidak terjadi pada pelajar. Orang dewasa lah yang mencuri. Sebab ia telah bertanggung jawab dengan perutnya sendiri juga perut keluarga.

Pelajar itu dosanya ya mencontek. Se-level dengan mencurinya orang dewasa, atau korupsinya pejabat.

Membiarkan pelajar mencontek sama halnya seperti membiarkan pejabat korupsi. Membiarkan sama dengan mensukseskan. Orang yang mensukseskan korupsi sama saja membeli tiket ke KPK masuk bui. Orang membiarkan pelajar mencontek sama saja menghancurkan bumi, mimpi, masa depan nanti ! *ddduuuaarrr

Korupsi itu menghianati amanah rakyat. Mencontek itu menghianati diri, keluarga dan ilmu. Sebab pelajar itu tugasnya mencari ilmu.

Namun hari ini pelajar juga terhimpit kebutuhan angka tinggi. Institusi pendidikan terdesak dengan akreditasi.

Akhirnya administrasi jadi urusan inti dan ilmu menjadi perkara nanti.

Pelajar itu tidak tahu seberapa buruknya akibat curang dalam belajar. Dia baru tahu kalau saat dewasa nanti terpaksa harus mencuri.

Ada anak yang agak pinter ngasih contekan pada temannya yang pemalas. Ia anggap itu solidaritas tinggi. Keduanya senang. Tidak sadar bahwa bahwa ia sedang didorong dan mendorong temannya ke jurang.

Sebab yang berguna nanti adalah ilmu yang ada dalam otaknya sendiri. Ter save secara mantap karena telah dipahami. Bukan yang ada di otak jarihi.

Ujian disekolah memang bisa copas kertas orang. Tapi tes masuk kuliah ataupun saat kerja nanti yang dipakai adalah otak sendiri.

Dia rasa dia bisa saat melihat angka-angka di ijazah. Ia lupa bahwa angka itu ia dapat dari temannya. Sampai datang masa ia sadar tak bisa apa-apa.

Mari kita belajar berintegritas tinggi. Dimana harga diri adalah harga mati.

(ilham)

*Jarihi dari bahasa Arab berarti tetangganya.

Respond For " Pelajar Gak Bisa Korupsi. "